1. A. Proses Kerja Laporan Inevstigasi

Pendapat Sheila Corener yang dikutip bulletin “Wacana’ terbitan Fakultas Komunikasi Universitas Prof.Dr.Moestopo menyebutkan. Ada 2 kali 7 bagian proses kerja laporan investigasi, diantaranya :

  1. Bagian Pertama
  • Petunjuk awal (first lead)

Petunjuk awal bias berupa apa saja, surat kaleng yang tidak beres, berita pendek di surat kabar, atau sebuah berita besar namun masih menyimpan teka teki.

  • Investigasi pendahuluan (initial investigation)

Penggalian data lebih jauh berupa wawancara atau peninjauanlapangan.

  • Pembentukan hipotetis (forming and investigasi hypotesis)

Merumuskan dugaan yang terjadi

  • Pencarian dan pendalaman literature (literature search)
  • Wawancara dengan pakar dan sumber-sumber ahli

Tahap ini mencoba membuktikan hipotesis atau dugaan yang muncul dengan melihat latar belakang permasalahan.

  • Penjajakan dokumen (finding a paper trail) dijadikan barang bukti dan dapat dipakai senjata untuk nara sumber yang berbohong ketika ditanya wartawan.
  • Wawancara dengan sumber kunci dan saksi saksi (interviewing key informtations and sources) contoh, sopir pejabat tinggi yang sering membawa Wanita Idaman Lain (WIL), korupsi dan sebagainya.
  1. Bagian Kedua
  • Pengamatan langsung dilapangan (first hand observation)

Pengamatan ini seyogyanya dilakukana dengan berbekal peta geografis dan dimana lokasi investigasi dilakukan

  • Pengaorganisasian file (organizing file)

Mempermudah investigator menganalisa dan mencari benang merah dari berbagai data temuannya

  • Wawancara lebih lanjut (more interviews)

Melakukan wawancara lagi dengan orang yang berpengaruh

  • Analisa dan pengorganisasian (analyzing and organizing data).
  • Penulisan laporan (writing)

Disini merupakan teknik tersendiri dengan memperhatikan angle,focus dan outline, diseleksi di pilih dan dipilih dan dicari temuan yang dapat menguatkan kesesuaian dengan dokumen.

  • Pengecekan fakta (Fact checking)
  • Pengecekan pencemaran nama baik (libel check) hal ini biasanya dilakukan oleh oknum yang diselidiki oleh wartawan, dengan melaporkan pencemaran nama baik. Solusinya harus berkonsultasi dengan ahli hukum, maupun melakukan cover both side mencarl keseimbangan nara sumber lain yang kompeten dengan permasalahan.
  1. B. Langkah Langkah Liputan Investigasi

Sebelum mengetahui langkah langkah liputan investigasi, terlebih dahulu pentingnya kita mengetahui tiga elemen dasar liputan investigasi yaitu :

  • Ide orsinil dari wartawan/reporter
  • Bukan hasil investigasi dari pihak lain yang ditindaklanjuti media.
  • Subyek investigasi merupakan kepentingan bersama yang cukup masuk akan mempengaruhi kehidupan social.

Dari pengertian diatas Paul Williams yang dikutip Santana, menjelaskan peliputan harus memperhatikan tahap tahap sebagai berikut :

  1. CONCEPTION, mengonsep ide dan gagasan yang terus berkembang bisa datang dari apa dan mana saja yaitu :
  • Pemyataan seseorang
  • Perpustakaan, data statistic, sidang pengadilan
  • Menyimak berbagai informasi dari media
  • Memanfaatkan kliping
  • Mengembangkan sudut pandang dari berbagai angle
  • Ketekunan dan kesabaran ditekankan pada kerja pengamatan
  1. FEABILITY STUDY / KELAYAKAN

Mengukur kemampuan dari perlengkapan yang digunakan dalam liputan,bukan sekedar perangkat, namun juga hal lain yang dapat diukur yaitu :

  • Mempersiapkan mengatasi halangan yang mungkin terjadi.
  • Menyediakan catatan/dokumen untuk bukti ketika wawancaradengan sumber yang akan di investigasi.
  • Pengaturan waktu peliputan
  • Menginterpretasi hal teknis
  • Pencarian kolega membantu penginterpretasian fakta.
  • Mempertimbangkan berbagai tuntutan, berawal dari pengadilan, gugatan, protes keras dari berbagai pihak yang akan di investigasi
  • Memperhatikan kesiapan yang terkait dengan investigasi seperti wartawan, editor, atau orang yang sesuai dengan kebijakan dalam tim investigasi dengan menjaga kerahasiaan lembaga pers.
  1. 3. GO NO GO DECITION

Pengukuran investigasi yang dilakukan melibatkan dana, upaya, material, non material yang perlu dihitung. Kalau dalam perhitungan positif maka investigasi boleh diteruskan, tetapi kalau kesimpulannya negative, dana minim, dihentikan saja karena beresiko besar.

  1. 4. BASE BULIDING

Langkah untuk mencari dasar pijakan untuk menganalisa sebuah kasus, yaitu menginvetarisis kasus-kasus yang terjadi misal : penyelendupan BBM, Korupsi KPU dan sebagainya ).

  1. 5. PLANNING

Berkaitan dengan kerja pengumpulan, pemilihan orang yang akanmelakukan tugas tertentu haru memperhatikan :

  • Pengumpulan dan penyusunan informasi, pengecekan silang dengan topic yang relevan, koreksi data, kroscek dari dokumen atau catatan wawanacara.
  • Tugas dalam perencanaan yaitu menyusun rencana liputan, memadukan yang dilaporkan, pengecekan akurat dan pembuatan grafik ( kalau bisa)
  1. 6. ORIGINAL RESEARCH
  2. Penyusunan paper trail ( tekstual )

Pencarian bahan melalui berbagai keterangan yang bersifat tekstual atau dokumentasi, dengan memperhatikan sumber-sumber sekunder seperti : surat kabar,majalah, internet yang terbuka untuk umum, maupun yang bersifat tertutup seperti catatan pajak dll.

  1. Penelusuran people trails

Menyangkut orang/lnforman dengan menelusuri sumber terkait melalui : telpon, observasi lapangan, pejabat, tokoh masyarakat maupun LSM yang berpengaruh dengan data. Dari penelusuran people trails perlu diperhtikan 2 hal interview yaitu :

  • Interview from the out side-in

Kalau kita kesulitan mendapatkan informasi dari nara sumber pertama, kita mencari dahulu lapis kedua atau nara sumber yang dekat dengan orang yang akan di investigasi, misal sopir, mantan pembantu rumah tangga atau yang lainya.

  • Smoking Gun Interviews

Jika memperoleh data akurat dari lapis kedua, baru mewawancarai orang pertama yang jadi sasaran investigasi, dengan membawa bukti hasil wawancara dengan orang dekatnya (senjata)

  1. Pemakaian metode penyelidikan seperti polisi dan peralatan antikriminal, serta membawa kamera tersembunyi, alat komunikasielektronik, yang dipakai wawancara dengan pihak terkait.
  1. C. Penulisan  Naskah Laporan Investigasi

Pedoman penulisan naskah berita biasanya berpedoman pada 5 W + 1 H, artinya, kita meperhatikan What, Who, When, Where, Why dan How bagaimana terjadi suatu peristiwa. Disamping itu juga harus memperhatikan angle berita tersebut dipandang dari lead atau gebrakan awal suatu penyajian berita. Paradigma baru pasca reformasi bukan penguasa yang menjadi control social, melainkan masyarakat itu sendirilah yang akan menghakimi pemberitaan yang dianggap merugikan public, diantaranya saat ini banyak sekali demo yang menuntuk kebijaksanaan yang tidak sesuai dengan kehidupan rakyat.

Untuk itu, pembuatan naskah laporan investigasi harus memperhatikan hal hal sebagai berikut :

  • Setelah semua data terkumpulkan, maka perlu dipilih, dipilah dan diresume sesuai dengan permasalahan yang akantermasuk hasil wawancara dibandingkan dengan kesesuaian dokumen.
  • Untuk media radio, insert atau kata-kata yang menyentuh publicperlu disendirikan untuk dipublikasikan sesuai original pendapat dan keterangan saksi kunci.
  • Mengidentifikasikan nara sumber terkait, latar belakang fakta dan peristiwa.
  • Membuat berita dengan memperhatikan 5W + 1 H
  • Dalam pembuatan ada cover both side atau ketemgan berimbangdari masyarakat, reporter maupun nara sumber utama, dan saksikunci yang dibidik investigasi
  • Dilakukan editing dengan memperhatikan apakah ada unsur sara, atau menyinggung masyarakat. Direkam di studio, dengan diselingi sound efek, narasi dan atmosfir ketika melakukan liputan.
  • Disiarkan secara berkesinambungan ke masyarakat.

Pada pembahasan ini, hanya dijelaskan tahap-tahap yang perlu mendapat perhatian, dari penulisan naskah berita investigasi, karena selengkapnya akan dijelaskan poada penulisan naskah berita radio, yang diberikan pada modul tersendiri.

Referensi

Santana, Setiawan ,Jurnalisme Investigasi (2004), Yayasan Obor, Jakarta Suroso,

Menuju Pers Demokrasi, (2001), Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Syah, Sirikit, Media Massa Dibawah Kapitalis, (1999), Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Wahyudi, JB, Juranlistik Radio TV, ( 1996 )

Majalah Wacana, Vol IV. No.2 Agustus 2005, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas

Prof. Dr. Moestopo, Jakarta Pusat

___________________________________________________________________

*( I Wayan Martahadi ) : Widyaiswara Puslitbangdiklat LPP RRI Jakarta.